Seks; Menyehatkan atau Mengganggu Kesehatan?

Tadi siang saya bersih-bersih kamar. Biasa, kegiatan rutin hari Minggu. Di saat merapikan koran-koran bekas, iseng-iseng saya baca-baca juga beritanya. Ada topik yang menarik perhatian saya di rubrik Konsultasi Kesehatan. Ini adalah jawaban sang dokter tentang pertanyaan seorang pembaca. Saya pikir, ga ada salahnya saya posting di blog saya. Semoga bermanfaat..

Aktivitas seks jika dilakukan dalam takaran tepat relatif lebih bermanfaat dari tinjauan berbagai aspek. Antara lain, aspek fisik, psikis, sosial, dan spiritual.
Dalam satu kali aktivitas seks yang wajar (misalnya tidak ejakulasi dini), akan dibakar kalori sekitar 150 kkal (kilo kalori). Kalori sejumlah tersebut setara dengan seseorang melakukan jalan sehat selama 30 menit dengan kecepatan 6 km/jam.

Terdapat lima otot besar yang terlibat dalam aktivitas seks. Antara lain, otot dinding perut, punggung, pinggul, alat gerak (paha dan lengan), serta dasar panggul. Selain otot- otot itu, otot jantung ikut lebih dilatih.
Dari tinjauan aspek psikis dan sosial, kualitas hubungan suami istri yang baik akan meningkatkan kualitas psikologis yang lebih baik bagi pasangan suami istri. Nah, kualitas hubungan suami istri yang baik akan mengurangi risiko godaan seks di luar lembaga pernikahan.
Ketika pasangan merasa diterima, dibutuhkan, dan disayangi, kondisi fisik dan daya tahan tubuh akan lebih baik.
Hormon endorphin yang dikeluarkan oleh otak saat individu mengalami orgasme akan mengakibatkan rasa rileks dan tidur lebih nyenyak. Selanjutnya, individu itu bisa bangun dengan badan segar.
Secara spiritual, dalam agama apapun, terdapat konsep bahwa menyayangi pasangan secara sepenuh hati merupakan bagian penting dari ibadah.

Seks berubah menjadi masalah yang berdampak merugikan ketika dilakukan secara berlebih, kurang tepat, atau salah. Maksudnya, kegiatan seks jika dilakukan secara berlebih akan memungkinkan terjadi kelelahan fisik yang berakibat penurunan daya tahan tubuh sehingga justru rentan sakit.

Gerakan dalam aktivitasseks yang dilakukan secara salah akan mengakibatkan trauma otot atau organ lain. Misalnya, nyeri otot punggung atau penjepitan saraf sumsum tulang belakang.

Seks dengan pasangan bukan istri, sementara kondisi jantung bermasalah, misalnya memiliki gangguan koroner berat, ada risiko mati mendadak saat berhubungan seks. Infeksi menular seksual (IMS) merupakan risiko yang mungkin terjadi jika pasangan seks menderita penyakit tersebut. Repotnya, beberapa penyakit menular seks tidak memberikan keluhan, gejala, atau tanda. Sementara itu, di dalam tubuh ada penyakit yang aktif.
Perlu diingat, seks merupakan hal penting tetapi bukan selalu terpenting. Untuk yang sudah tak mampu berhubungan seks, misalnya karena faktor lansia, pola hidup sehat dan kebersamaan suami istri tidak kalah dalam memberikan manfaat agar sehat.


So guys.. yuk bakar kalori masing-masing…

sumber : Jawa Pos, 06 Juli 2008


Related posts:

  1. Pijat bisa memperluas radang
  2. Noordin M. Top tewas
  3. Facebook Haram?
  4. Mengurangi mata lelah saat kerja di depan monitor komputer
  5. Domain name check
  6. Cara cepat ketik URL di address bar browser
  7. Tahun Baru Imlek 2561
  8. Facebook Username, sudahkah anda menggantinya?
  9. Pembobolan ATM BCA dan card skimming
  10. Selamat Jalan Gus Dur…

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
6 Responses
  1. Nandha says:

    mengko mas neh wes married … nek urung meh mbakar karo sopo huehehehehehe…)

  2. jun says:

    mbakar iwak ae… uenak…

  3. Artikel menarik, sering-sering aja nulis yang seperti ini bro

  4. noped says:

    karo sapi ae……… hak hak hakkkkkkkkkkkk

  5. hertje says:

    mba’cardi cola ae mas…podo uenak’e…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
CommentLuv Enabled