Pulang

Minggu lalu saya pulang kampung untuk menghadiri acara keluarga. Sampai di kota tetangga, Situbondo, sekitar jam 2 siang. Terik matahari tak terasa karena cuaca sedikit mendung. Dari di daerah Klabang, hujan mulai turun rintik-rintik. Semakin ke arah Bondowoso, hujan semakin deras… udara semakin dingin… Sampai di Bondowoso sekitar jam 3 sore. Hujan sudah sedikit reda. Suasananya terasa sejuk dan damai. Saya selalu merindukan suasana seperti ini…

Ada yang sedikit berubah dari Bondowoso. Para penjual makanan yang biasanya berjualan di pinggir jalan di sisi Timur alun-alun (lapangan) yang selalu ramai tiap malam, dipindahkan ke sisi dalam alun-alun. Mereka menempati lahan-lahan yang disediakan dengan beralas semen dan diberi atap.

Perubahan lain yang saya lihat adalah “hilangnya” pohon-pohon besar di jalan A. Yani dan di jalan Diponegoro. Puluhan pohon yang hilang. Sebagian besar pohon-pohon tersebut telah berumur puluhan tahun (atau mungkin sudah ratusan tahun ??) dan beberapa diantaranya dijadikan sarang oleh burung-burung bangau. Sejak saya masih kecil, pohon-pohon tersebut memang sudah ada. Sebelum ditebang, teman-teman yang peduli lingkungan dan ekosistem, sempat melakukan penolakan. Aktifitas mereka ini selalu saya ikuti melalui Facebook. Sempat urung ditebang, tapi pada akhirnya jadi juga dibabat. Laku berapa ya kira-kira kalau pohon-pohon itu dijual ? Atau hanya sekedar dijadikan kayu bakar ?

Sebaiknya tiap gerak pembangunan selalu berwawasan lingkungan. Presiden SBY juga mencanangkan gerakan 1 juta pohon. Di beberapa kota malah membangun hutan kota. Di Bondowoso, pohon-pohon kok malah ditebangi ???
Mengambil istilah dari teman saya, ini bukan persoalan “romantisme”, tapi tentang ekosistem. Dulu kalau masuk Bondowoso dari arah Barat, mata ini selalu terasa sejuk melihat pohon-pohon yang besar dan hijau. Serasa masuk “hutan”. Apakah ada orang yang tidak nyaman dengan pemandangan seperti itu ? Menurut saya, kalau tidak nyaman dengan pemandangan “hutan”, mohon maaf…. sebaiknya jangan tinggal di “hutan”…..

Catatan:
Terima kasih buat teman-teman untuk kopi, brain storming dan
diskusi sampai larut malam. ebi, fen, yek & rik – miss you all, guys !

Related posts:

  1. Gerbong Maut Bondowoso
  2. Ke Celukanbawang – Singaraja
  3. Bondowoso Berseri lagi..
  4. Facebook
  5. Liburan, Kuta – Bali macet…
  6. Luna Maya vs wartawan infotainmen
  7. DRS alias di rumah saja..
  8. Unblock Facebook v.2
  9. Sejarah Kota Bondowoso
  10. Disiplin ber-lalu lintas

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
4 Responses
  1. noped says:

    Oleh-olehnya tapeeee Bondowoso dongggg……..

  2. noped says:

    Oleh” nya tapee bondowosos mana ?
    noped´s last blog..“Pesankan Saya, Tempat di Neraka!!” My ComLuv Profile

  3. noped says:

    Pelittttttttttttt

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
CommentLuv Enabled