Disiplin ber-lalu lintas

Hari ini kayaknya masih terlalu pagi… tapi saya berangkat saja ke kantor. Daripada kena macet lagi di jalan. Sekalian ntar mampir beli nasi bungkus kesukaanku hm… nyam… nyam… Badan masih sedikit meriang. Flu dan batuk juga. Sisa-sisa dari sakit kemarin, yang memaksaku untuk bed-rest seharian kemarin. Semalam, dokter menyuruh saya untuk istirahat juga hari ini.Dokter juga sudah buatkan DC. Tapi, kerjaan di kantor masih banyak yang ter-pending, mana bisa ditinggal lama-lama….

Tidak terasa perjalanan sudah dekat kantor. Di lampu merah pertigaan dekat kantor, beberapa Polisi berdiri di sudut pertigaan. Memang tidak setiap hari mereka berjaga di sana. Beberapa hari saja dalam seminggu. Di pertigaan ini, memang sering sekali pengendara motor berkendara tanpa menggunakan helm. Padahal di pertigaan ini berdiri megah kantor Polsek. Seperti pagi tadi, beberapa pengendara motor dihentikan Polisi karena tidak menggunakan helm. Saya perhatikan raut muka mereka yang ditilang, yang laki-laki raut mukanya tegang dan manyun.. Tapi yang perempuan, raut muka mereka malu-malu dan berusaha memberikan senyum paling manis yang mereka punya.. Bapak-bapak Polisi tidak peduli. Mereka menilangnya. Salut pak!

Saya jadi teringat kejadian yang saya alami beberapa bulan yang lalu. Waktu itu pagi hari, perjalanan ke kantor. Saat mendekati lampu merah di perempatan by pass, lampu mulai menyala kuning. Wah ini kan artinya saya harus memacu kendaran saya lebih cepat (hehehe…. Saya tancap gas.. pas saya mau belok kanan, angkot disebelah kanan saya ternyata mau jalan lurus. Lampu sudah menyala merah. Saya nunggu dia lewat, baru saya belok kanan. Saya baru nyadar bahwa saya adalah yang terakhir melewati lampu merah. Kendaraan dibelakang saya sudah berhenti semua karena lampu sudah merah. Tak ayal, Polisi langsung meniup peluit… priiiiiiit…!! Saya berhenti. Bapak Polisi menghampiri, sambil memberi hormat beliau memberi greeting selamat pagi, pak. Saya jawab, selamat pagi. Pak Polisi meminta surat-surat kendaraan saya. Lho, salah salah saya apa, pak?? saya tanya. Anda telah melanggar lampu merah, jawab pak Polisi. Lho, nggak pak… saya jelaskan (sambil sedikit ngotot) saya lewat belum lampu merah mau belok kanan ada mobil terus bla bla bla bla… Si bapak Polisi akhirnya mengalah sambil berkata “Baik pak, saya tidak tahut Tapi Tuhan tahu karena Tuhan Maha Tahu… Silakan, pak… Selamat jalan dan selamat pagi..” Deg!! Saya kaget. Karena si bapak Polisi membawa-bawa nama Tuhan! Sepanjang perjalanan ke kantor, saya jadi waspada dan hati-hati karena saya masih kepikiran dengan omongan si bapak Polisi. Ampun pak Polisi…. tidak lagi dah melanggar lampu kuning… hahahaha…

Related posts:

  1. Ke Celukanbawang – Singaraja
  2. DRS alias di rumah saja..
  3. Noordin M. Top tewas
  4. Koneksi TelkomselFlash sudah normal
  5. Google Page Rank Update
  6. Koneksi TelkomselFlash
  7. Gerbong Maut Bondowoso
  8. I Voted Earth!
  9. macet, mampet, majal..
  10. Koneksi TelkomselFlash gangguan lagi…

You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*
CommentLuv Enabled